GEOGRAFI

HAKEKAT GEOGRAFI

Istilah GEOGRAFI untuk pertama kalinya diperkenalkan oleh Erastothenes pada abad ke 1. Menurut Erastothenes geografi berasal dari kata geographica yang berarti penulisan atau penggambaran mengenai bumi. Berdasarkan pendapat tersebut, maka para ahli geografi (geograf) sependapat bahwa Erastothenes dianggap sebagai peletak dasar pengetahuan geografi. Pada awal abad ke-2, muncul tokoh baru yaitu Claudius Ptolomaeus mengatakan bahwa geografi adalah suatu penyajian melalui peta dari sebagian dan seluruh permukaan bumi. Jadi Claudius Ptolomaeus mementingkan peta untuk memberikan informasi tentang permukaan bumi secara umum. Kumpulan dari peta Claudius Ptolomaeus dibukukan, diberi nama ‘Atlas Ptolomaeus’.
Menjelang akhir abad ke-18, perkembangan geografi semakin pesat. Pada masa ini berkembang aliran fisis determinis dengan tokohnya yaitu seorang geograf terkenal dari USA yaitu Ellsworth Hunthington. Di Perancis faham posibilis terkenal dengan tokoh geografnya yaitu Paul Vidal de la Blache, sumbangannya yang terkenal adalah “Gen re de
vie”. Perbedaan kedua faham tersebut, kalau fisis determinis memandang manusia sebagai figur yang pasif sehingga hidupnya dipengaruhi oleh alam sekitarnya. Sedangkan posibilisme memandang manusia sebagai makhluk yang aktif, yang dapat membudidayakan alam untuk menunjang hidupnya.
Setiap manusia memiliki pendapat masing-masing tentang berbagai hal dalam kehidupannya. Demikian pula dengan definisi atau pengertian geografi. Berikut ini disajikan beberapa definisi yang akan saling melengkapi dan dengan demikian diharapkan dapat menyingkap inti masalah atau pokok kajian.
A. Pengertian Geografi
Definisi 1 : Preston e James berpendapat bahwa, “Geografi dapat diungkapkan sebagai induk dari segala ilmu pengetahuan” karena banyak bidang ilmu pengetahuan selalu mulai dari keadaan muka bumi untuk beralih pada studinya masing-masing.
Definisi 2 : “Geografi adalah interaksi antar ruang”. Definisi ini dikemukakan oleh Ullman (1954), dalam bukunya yang berjudul Geography a Spatial Interaction.
Definisi 3 : Objek study geografi adalah kelompok manusia dan organisasinya di muka bumi. Definisi ini dikemukakan oleh Maurice Le Lannou (1959). Ia mengemukakan dalam bukunya yang berjudul La Geographie Humaine.
Definisi.4.: Paul Claval (1976) berpendapat bahwa ‘Geografi selalu ingin menjelaskan gejala-gejala dari segi hubungan keruangan’.
Definisi 5 : Suatu definisi yang lain adalah hasil semiloka (seminar dan lokakarya) di Semarang tahun 1988. Geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kewilayahan dan kelingkungan dalam konteks keruangan.
Kesamaan titik pandang dari definisi-definisi tersebut adalah mengkaji:
1. bumi sebagai tempat tinggal;
2. hubungan manusia dengan lingkungannya (interaksi);
3. dimensi ruang dan dimensi historis; dan
4. pendekatannya, spasial (keruangan), ekologi (kelingkungan) dan regional (kewilayahan).

B. Konsep Geografi
Konsep Esensial Geografi
Konsep adalah pengertian dari sekelompok fenomena/gejala-gejala, sehingga dapat dipakai untuk menggambarkan berbagai gejala/fenomena yang sama. Ada 10 konsep esensial (dasar) geografi, menurut IGI yaitu:
1. Konsep Lokasi; yaitu letak di permukaan bumi, misalnya Gunung Bromo ada/terletak di Jawa Timur.
2. Konsep Jarak; yaitu jarak dari satu tempat ke tempat lain. Jarak dibagi menjadi jarak absolut dan jarak relatif. Jarak absolut merupakan jarak yang ditarik garislurus antara dua titik. Dengan demikian jarak absolut adalah jarak yang sesungguhnya. Jarak relatif adalah jarak atas pertimbangan tertentu misalnya rute, waktu, biaya, kenyamanan dsb.
3. Konsep Keterjangkauan; yaitu mudah dijangkau atau tidaknya suatu tempat.
4. Konsep Pola; yaitu persebaran fenomena antara lain misalnya pola pemukiman yang menyebar, yang berbentuk garis dan sebagainya.
5. Konsep Morfologi; yaitu bentuk lahan, misalnya dalam kaitannya dengan erosi dan sedimentasi.
6. Konsep Aglomerasi; yaitu pola-pola pengelompokan/konsentrasi.
7. Konsep Nilai Kegunaan; yaitu nilai suatu tempat mempunyai kegunaan yang berbeda-beda dilihat dari fungsinya.
8. Konsep Interaksi dan Interdependensi; yaitu keterkaitan dan ketergantungan satu tempat dengan tempat lainnya.
9. Konsep Deferensiasi Areal; yaitu fenomena yang berbeda antara satu tempat dengan tempat lainnya atau kekhasan suatu tempat.
10. Konsep Keterkaitan Keruangan (Asosiasi); yaitu menunjukkan derajad keterkaitan antar wilayah, baik mengenai alam atau sosialnya.

C. Pendekatan Geografi
1. Pendekatan Kelingkungan/ekologis, untuk mengetahui hubungan dan keterkaitan antar unsur yang berada pada suatu lingkungan tertentu, baik antara makhluk hidup maupun antara makhluk hidup dan lingkungan alamnya.
2. Pendekatan Keruangan, diigunakan untuk mengetahui persebaran penggunaan ruang yang telah ada dan bagaimana penyediaan ruang yang akan digunakan untuk berbagai kegunaan yang dirancangkan.Contoh : Penggunaan DAS atau kerusakan lahan.
3. Pendekatan Kompleks wilayah, merupakan kombinasi antara pendekatan keruangan dan kelingkungan. Contoh : desa berinteraksi dengan kota untuk memenuhi kebutuhan primer dan sekunder, sebaliknya kota berinteraksi dengan desa untuk memperoleh bahan pangan dan tenaga kerja.
D. Prinsip-Prinsip Geografi
1. Prinsip distribusi/persebaran, prinsip distribusi atau sebaran menjadi prinsip utama. Contoh : Gunung berapi di Indonesia tersebar di Sumatera, Jawa, Sulawesi, Maluku dan Nusa Tenggara.
2. Prinsip interelasi, Interelasi berarti saling berhubungan atau berkaitan. Contoh : Kebanyakan penduduk di daerah pantai adalah nelayan.
3. Prinsip deskripsi, deskripsi artinya uraian atau penjelasan. Setiap fakta, gejala, karakteristik, peristiwa maupun masalah dapat diuraikan atau dideskripsikan
4. Prinsip korologi/keruangan, Prinsip korologi mempelajari gejala, fakta, dan masalah geografi ditinjau penyebarannya, interelasinya dan interaksinya dalam ruang.
E. Aspek-Aspek Geografi
Aspek geografi terdiri atas :
1. Aspek Fisik, bersifat alamiah : gejala-gejala alam yang timbul.Meliputi aspek kimiawi, aspek biologis, astronomis.
2. Aspek Sosial (kehidupan) dengan segala interaksi, persebaran maupun relasinya. Meliputi aspek antropologis, aspek politis, ekonomis.
F. Ruang lingkup geografi terdiri atas :
1. Dari segi aspeknya, terdiri atas empat objek kajian, yaitu atmosfer, litosfer, hidrosfer, dan biosfer
2. Dari segi konteksnya, mempelajari konteks keruangan, kelingkungan, dan konteks kewilayahan.
3. Dari segi tekniknya, terdiri dari tahapan identifikasi, inventarisasi, analisis, sintesis, klasifikasi, dan evaluasi.
G. Objek Studi Geografi
Objek Studi Geografi
Menurut para ahli geografi Indonesia yang tergabung dalam Ikatan Geograf Indonesia (IGI) melalui seminar dan lokakarya nasional di Semarang, telah bersepakat mengenai objek studi geografi. Menurut IGI objek geografi adalah : Objek material dan objek formal.
1. Objek Material Geografi
Objek material geografi yaitu merupakan sasaran atau yang dikaji dalam studi geografi. Objek studi geografi adalah lapisan-lapisan bumi atau tepatnya fenomena geosfer.Geosfer, meliputi:
a. Atmosfer, yaitu lapisan udara: cuaca dan iklim yang dikaji dalam Klimatologi dan Meteorologi, dll.
b. Lithosfer, yaitu lapisan batu-batuan yang dikaji dalam Geologi, Geomorfologi, Petrografi, dll.
c. Hydrosfer, yaitu lapisan air meliputi perairan di darat maupun di laut yang dikaji dalam Hidrologi dan Oceanografi, dll.
d. Biosfer, yaitu lapisan kehidupan: flora dan fauna yang dikaji dalam Biogeografi, Biologi, dll.
e. Anthroposfer, yaitu lapisan manusia yang merupakan ‘tema sentral’ di antara lapisan-lapisan lainnya.
2. Objek Formal Geografi
Objek formal geografi bersangkut-paut dengan cara pemecahan masalah. Jadi objek formal adalah metode atau pendekatan yang digunakan dalam mengkaji suatu masalah. Metode atau pendekatan objek formal geografi meliputi beberapa aspek, yakni aspek keruangan (spatial), kelingkungan (ekologi), kewilayahan (regional) serta aspek waktu (temporal).
a. Aspek Keruangan; geografi mempelajari suatu wilayah antara lain dari segi “nilai”
suatu tempat dari berbagai kepentingan. Dari hal ini kita lalu mempelajari tentang letak, jarak, keterjangkauan dsb.
b. Aspek Kelingkungan; geografi mempelajari suatu tempat dalam kaitan dengan
keadaan suatu tempat dan komponen-komponen di dalamnya dalam satu kesatuan wilayah. Komponen-komponen itu terdiri dari komponen tak hidup seperti tanah, air, iklim dsb, dan komponen hidup seperti hewan, tumbuhan dan manusia.
c. Aspek Kewilayahan; geografi mempelajari kesamaan dan perbedaan wilayah serta wilayah dengan ciri-ciri khas.
d. Aspek Waktu; geografi mempelajari perkembangan wilayah berdasarkan periode-periode waktu atau perkembangan dan perubahan dari waktu ke waktu.
H. Ilmu Penunjang/Bantu Geografi
1. Geologi, adalah ilmu yang mempelajari perubahan bentuk permukaan bumi akibat
tenaga dari dalam bumi (endogen: vulkanisme, tektonisme, gempa bumi),termasuk struktur, komposisi dan sejarahnya.
2. Geomorfologi, adalah ilmu yang mempelajari tentang bentuk-bentuk muka bumi serta perubahannya akibat tenaga dari luar (Exogen: pelapukan, erosi, sedimentasi).
3. Meteorologi, adalah ilmu yang mempelajari atmosfer, yaitu tentang udara, cuaca, suhu, angin, awan, curah hujan, radiasi matahari, dan sebagainya. Meteorologi
4. sangat penting bagi informasi cuaca terutama untuk penerbangan, pelayaran, pertanian dan industri.
5. Hidrologi, adalah ilmu yang mempelajari tentang air di permukaan bumi/tanah, di bawah tanah; termasuk sungai, danau, mata air, air tanah dan rawa-rawa
6. Klimatologi, adalah ilmu yang mempelajari tentang iklim dan kondisi rata-rata cuaca.
7. Antropologi, adalah ilmu yang mempelajari tentang manusia khususnya mengenai ciri, warna kulit, bentuk fisik, masyarakat dan kebudayaannya.
8. Ekonomi, adalah ilmu yang mempelajari usaha manusia dalam memenuhi kebutuhannya.
9. Demografi, adalah ilmu yang mempelajari dan menguraikan tentang penduduk. Komposisi penduduk, dan jumlah penduduk.
I. Manfaat Mempelajari Geografi
1. Memetakan Persebaran Fenomena Di Permukaan Bumi
2. Penentuan Lokasi Pertanian, Industri, dan Permukiman
3. Penentuan Lokasi Transmigrasi
4. Pengembangan Prasarana Transportasi
5. Potensi dan Pemanfaatan Sumber Daya
6. Membantu Menyelesaikan Masalah Sosial dan Kemasyarakatan

PENGERTIAN DASAR PENGETAHUAN GEOGRAFI

A. Pengertian dan Batasan geografi
1. Secara etimologis istilah geografi berasal dari bahasa Yunani yaitu geos yang berarti bumi dan graphein yang berarti menulis. Geografi pertama kali diperkenalkan oleh Erasthotenes dalam buku geographica.
2. Bernard Varen membagi geografi menjadi geografi umum dan geografi spesialis. Geografi umum menelaah bumi secara umum yang berhubungan dengan gejala alamiah permukaan bumi sedangkan geografi spesialis mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan gejala-gejala sosial kebudayaan di permukaan bumi.
3. Karl Ritter mengatakan bahwa geografi merupakan suatu telaah tentang bumi sebagai tempat organik yang berkaitan dengan kehidupan manusia.
4. Friederich Ratsel (ajaran Antropogeografi) mengemukakan ajaran tentang konsep Labensraum atau Living Space yang memandang negara sebagai organisasi hidup. Dalam perkembangannya organisasi hidup memerlukan makan, minum dan tempat hidup sehingga untuk memenuhi kebutuhannya dia harus mencari dan menguasai daerah lain.
5. Elsword Huntington mengatakan bahwa geografi adalah suatu studi tentang fenomena permukaan bumi serta penduduk yang mendiami wilayah permukaan bumi tersebut. Ia menjelaskan hubungan timbal balik antar gejala sifat-sifat permukaan bumi dan penduduknya.
6. N. Daldjuni mengatakan bahwa geografi adalah Ilmu Pengetahuan yang mengajarkan pada manusia dalam wilayah yang meliputi :
a. Spasial atau ruang
b. Ekologi atau mileau
c. Region atau wilayah
7. Bintarto mengatakan bahwa geografi adalah ilmu pengetahuan yang mencitrakan, menerangkan sifat-sifat bumi, menganalisis gejala-gejala alam dan penduduk serta mempelajari corak yang khas tentang kehidupan dari unsur-unsur bumi dalam ruang dan waktu.

B. Ruang Lingkup Geografi
Ruang lingkup geografi tidak dapat dilepaskan dari aspek manusia dan lingkungannya. Hubungan manusia dan lingkungannya dapat digunakan untuk menjelaskan perbedaan wilayah dan persebaran dalam ruang.
Ruang lingkup studi geografi sangat luas, sehingga secara garis besarnya dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :
1. Geografi fisis (physical geographhy), yaitu geografi yang mempelajari aspek-aspek fisik seperti batuan, mineral, relief muka bumi, atmosfer, cuaca, iklim, air serta tumbuhan dan hewan.
2. Geografi sosial, yaitu geografi yang mempelajari aspek-aspek sosial, politik, ekonomi dan budaya (antropogeography)
Menurut Rhoads Murphey dalam bukunya “The Scope of geography”, mengemukakan tentang tiga pokok ruang lingkup studi geografi, yaitu :
1. Interaksi antarmanusia dengan lingkungan fisik yang merupakan salah satu keanekaragaman wilayah.
2. Persebaran dan keterkaitan penduduk di bumi dengan sejumlah aspek keruangan.
3. Kajian terhadap region dan analisis dari region yang mempunyai ciri khusus.

Menurut Hagget (1968), ruang lingkup geografi dibagi menjadi dua macam, yaitu :
1. Geografi Ortodoks, yaitu kajian tentang suatu wilayah atau region dan menganalisa bagian-bagiannya secara sistematik, misalnya untuk faktor manusia atau fisisnya saja. Geografi ortodoks dibagi menjadi geografi sistematik, geografi regional, geografi teknik, dan geografi filsafat.
2. Geografi terintegrasi (terpadu), yaitu suatu pendekatan dengan mengintegrasikan elemen-elemen geografi sistematik (yang terdiri atas geografi fisikal dan geografi manusia) dengan geografi regional (yang terdiri atas geografi regional dan geografi kultur). Tiap analisis digolongkan menjadi dua segi, yaitu segi teori dan segi aplikasi.

C. Objek Studi Geografi
Objek studi geografi dapat dibedakan atas dua macam, yaitu objek material dan objek formal.
a. Objek Material Geografi
Objek material merupakan sasaran atau isi suatu kajian. Adapun yang termasuk objek kajian geografi adalah fenomena geosfer terdiri dari atmosfer, cuaca dan iklim, litosfer (lapisan batu-batuan), hidrosfer (lapisan air), biosfer (lapisan kehidupan flora dan fauna), pedosfer (mempelajari ttg tanah) dan antroposfer (lapisan kehidupan manusia yang merupakan “tema sentral” diantara sfera-sfera lainnya).
b. Objek Formal Geografi
Objek formal adalah metode atau pendekatan yang digunakan dalam mengkaji suatu masalah. Metode atau pendekatan objek formal geografi meliputi beberapa aspek, yakni aspek keruangan (spasial), kelingkungan (ekologi), kewilayahan (teritorial), dan aspek waktu (temporal).
Dalam mengkaji suatu permasalahan geografi, geografi fisis dan geografi manusia tidak dapat dipisahkan. Bahkan masing-masing cabang geografi saling membutuhkan dan saling melengkapi. Oleh karena itu, kajian geografi akan menyimpang dari tujuannya apabila tidak terjadi konsep penyatuan dalam mengkaji permasalahan.

D. Cabang-Cabang Ilmu Geografi
Objek kajian dalam geografi sangat luas, karena meliputi segala sesuatu yang ada di dalam bumi, di permukaan bumi, dan di ruang angkasa. Untuk memudahkan mempelajari geografi, maka disederhanakan menjadi tiga cabang, yaitu geografi regional, geografi fisik, dan geografi manusia.
a. Geografi Regional
Geografi Regional adalah geografi yang mempelajari kewilayahan atas dasar luas dan sempitnya wilayah tersebut. Objek studinya dimulai dari yang paling luas sampai yang paling sempit. Wilayah tersebut yaitu :
i. Realm Geography (benua)
ii. Province Geography (kumpulan negara dalam benua)
iii. Regional Geography (negara)
iv. Group Geography (kumpulan daerah dalam negara)
v. Unit Geography (daerah kecil dalam negara)

b. Geografi Fisik
Geografi fisik adalah geografi yang mempelajari tentang unsur-unsur alam asli. Geografi fisik meliputi :
i. Geomorfologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang bentuk muka bumi.
ii. Klimatologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang iklim.
iii. Biogeografi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang kehidupan di bumi.
iv. Oseanografi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang lautan.
v. Geografi tanah, yaitu ilmu yang mempelajari tentang tanah.
vi. Geofisika, yaitu ilmu yang mempelajari tentang sifat-sifat fisik bumi.
vii. Geologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang lapisan batu-batuan pembentuk muka bumi secara keseluruhan, mulai dari dahulu sampai sekarang.
viii. Hidrologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang air tanah.
ix. Meteorologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang atmosfer/cuaca
x. Geografi matematik, yaitu ilmu yang mempelajari tentang luas, letak dan besar.
xi. Geografi sumber daya, yaitu ilmu yang mempelajari tentang mineral dan barang tambang yang terdapat di bumi.
xii. Ekologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang adaptasi manusia dengan lingkungan baik fisik maupun biologis.
Astronomi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang perbintangan, misal untuk pertanian.
xiii. Zoologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang hewan
c. Geografi Manusia
Geografi manusia adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara alam dengan manusia. Geografi manusia meliputi :
i. Antropologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang kebudayaan manusia.
ii. Demografi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang susunan, jumlah, dan perkembangan penduduk.
iii. Geografi sosial, yaitu ilmu yang mempelajari tentang hubungan dan pengaruh timbal balik antara alam dengan manusia.
iv. Geografi desa-kota, yaitu ilmu yang mempelajari tentang desa dan kota.
v. Geografi ekonomi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang keadaan ekonomi di suatu tempat.
vi. Geografi politik, yaitu ilmu yang mempelajari tentang politik di beberapa wilayah geografis.
vii. Geografi sejarah, yaitu ilmu yang mempelajari tentang sejarah di suatu wilayah geografis.
viii. Geografi militer, yaitu ilmu yang mempelajari tentang aspek militer ditinjau dari kondisi geografinya.
ix. Paleontologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang fosil.
x. Arkeologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang kepurbakalaan.
xi. Sosiologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang kemasyarakatan.

E.Prinsi p-Prinsip Geografi
Untuk mengamati gejala-gejala geografi dalam kehidupan sehari-hari, harus berdasarkan pada empat prinsip, yaitu:
a. Prinsip persebaran, yaitu untuk mengetahui dimana gejala geosfer itu terjadi.
b. Prinsip interrelasi, yaitu untuk mengetahui keterkaitan antara gejala satu dengan yang lain.
c. Prinsip deskripsi, yaitu untuk menerangkan atau menjelaskan gejala alam yang terjadi di suatu wilayah. Gejala-gejala yang dapat kita lihat dalam kehidupan sehari-hari, yaitu :
i. Gejala alam, misalnya erosi tanah, rotasi bumi, banjir, vulkanisme, dan lain-lain.
ii. Gejala sosial, misalnya tradisi, hukum adat, mobilitas penduduk, pertanian, dll.
d. Prinsip korologi, yaitu untuk mengetahui kenyataan atau fakta yang terjadi di muka bumi.
Beberapa unsur geografi yang dapat mempengaruhi gejala geografi yaitu :
1. Unsur fisik, misalnya iklim, cuaca, air, relief, kesuburan tanah, hasil tambang, dan sebagainya.
2. Unsur topografi, misalnya letak, luas, bentuk, dan batas wilayah.
3. Unsur biotik, misalnya flora, fauna dan manusia.

F. KONSEP DASAR GEOGRAFI
Dalam memandang objek studi geografi terdapat 10 konsep dasar yang esensial, yaitu :
1. Konsep lokasi, yaitu letak di permukaan bumi.
2. Konsep jarak, yaitu jarak antara daerah satu dengan yang lain.
3. Konsep keterjangkauan, yaitu hubungan antar suatu tempat dengan tempat yang lain.
4. Konsep pola, yaitu adanya pola sebaran suatu fenomena.
5. Konsep morfologi, yaitu bentuk-bentuk lahan yang berkaitan dengan erosi dan sedimentasi.
6. Konsep aglomerasi, yaitu pemusatan suatu kawasan (pemukiman, industri, pertanian).
7. Konsep nilai kegunaan, yaitu suatu nilai guna tempat-tempat di permukaan bumi (industri dan wisata).
8. Konsep interaksi dan interdependensi, yaitu saling memengaruhi dan saling ketergantungan antar gejala di muka bumi.
9. Konsep deferensiasi area, yaitu fenomena yang berbeda antara tempat satu dengan yang lain.
10. Konsep keterkaitan keruangan, yaitu adanya kevariasian dari konsep 1-9.

F. Metode Penelitian Geografi
Metode penelitian geografi berfungsi untuk mempelajari ciri-ciri bumi dan kegiatan manusia. Metode penelitian dalam geografi sebagai berikut :
a. Studi Lapangan
Penelitian dilaksanakan dengan cara terjun langsung ke lapangan.
b. Pemetaan
Menggambarkan keadaan alam secara fisiknya pada tempat yang digunakan sebagai objek penelitian.
c. Interview (WAWANCARA)
Mengadakan pendekatan kepada penduduk dengan melakukan wawancara yang berkaitan dengan tujuan penelitian.
d. Metode Kuantitatif
Metode yang menggunakan prinsip-prinsip matematika dan statistik.

4 thoughts on “GEOGRAFI

  1. nih sumbernya darimana yaa???kug gak dicantumkan???

  2. lengkap banget. thanks

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s